Rabu, 31 Agustus 2016

Teks Eksplanasi : Musim Kemarau

        

       Kemarau merupakan salah satu musim yang terjadi di daerah tropis seperti Indonesia. Banyak daerah yang mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba. Hal tersebut disebabkan karena tidak turunnya hujan dalam beberapa waktu dan penggunaan air yang berlebihan oleh manusia.
     Musim kemarau terjadi pada bulan April-Oktober. Musim kemarau ini terjadi karena adanya angin muson timur yang bergerak dari benua Australia ke benua Asia. Hembusan angin ini membawa sedikit uap air sehingga menyebabkan musim kemarau terjadi di Indonesia. Tanda-tanda kemarau antara lain hujan semakin jarang, suhu udara naik, sinar matahari bersinar sepanjang hari, dan tanah retak.
    Di musim kemarau, banyak hewan yang mati karena kekurangan air. Namun, ada beberapa hewan yang mampu bertahan hidup di musim kemarau ini. Seperti unta yang mampu bertahan hidup di daerah yang panas dan tandus.
     Musim kemarau bisa diidentikkan dengan tanaman yang memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi kering. Tanaman musim kemarau akan menggugurkan daunnya, misalnya pohon jati. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan.
     Seperti layaknya di musim hujan, tentu saja dimusim kemarau juga terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Kegiatan yang sering dilakukan lebih banyak memanfaatkan cuaca yang mendukung. Bagi masyarakat pedesaan, mereka biasa mempersiapkan ladang baru untuk ditanami tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan pokok. Bagi para nelayan mereka pergi untuk melaut karena nelayan lebih mudah mencari ikan.
     Pada musim ini kita bisa pergi berlibur ke daerah pantai, didaerah pantai kita bisa pergi bermain air dan melihat pemandangan yang indah. Selain pantai kita juga bisa pergi ke daerah pegunungan disana juga kita bisa menghirup udara sejuk dan banyak aktifitas yang dapat dilakukan. 
     Selain memiliki dampak positif, kemarau juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan sehari - hari. Beberapa penyebab yang disebabkan oleh musim kemarau antara lain kekeringan, kekurangan air bersih, dan meningkatnya suhu cuaca. Akibat dari kekurangan air bersih yaitu sulit mencari air minum dan air untuk mandi. Adapun meningkatnya suhu cuaca dapat menyebabkan orang rentan terkena penyakit dan masih banyak lagi.
   Kemarau yang panas membuat banyak orang merubah gaya berpakaian. Mereka berinisiatif untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Kaos oblong adalah salah satu pakaian yang diminati. Modelnya yang sederhana dan berbahan katun, membuat kaos ini lebih mudah menyerap keringat. Kaos tanpa kerah ini bisa dipadukan dengan celana pendek yang berbahan nyaman. Selain itu, Sneakers dan Big Boss pun menjadi urutan pertama trademark musim kemarau. Sepatu-sepatu tersebut cocok dipakai dimusim kemarau karena bahannya yang nyaman dengan pori yang besar membuat sirkulasi udara menjadi lancar, sehingga sepatu ini banyak menjadi pilihan di kalangan anak muda di musim ini.
   Kemarau sering terjadi diberbagai negara diseluruh dunia. Negara yang sering mengalami kemarau adalah Australia, Papua Nugini, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, daerah yang sering terkena kemarau terparah yaitu Lampung Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Jika kemarau terus menerus terjadi hal itu dapat menyebabkan kerugianyang besar bagi masyarakatdengan segala dampak yang ditimbulkannya.


Referensi : https://johanluthfi.blogspot.co.id/2015/01/kemarau-kemarauadalah-suatu-keadaan.html

Selasa, 30 Agustus 2016

Makalah : Apakah Pemanasan GLOBAL itu ?

Nama Penerbit : Rizqi Rendri Anggriawan


Kata Pengantar

Bumi makin panas. Iklim bumi makin tidak menentu. Orang kegerahan. Diberitakan di media massa, sekarang ini pemanasan global atau global warming telah menjadi keresahan makhluk di bumi.
Bumi kita makin panas. Apakah penyebabnya ? Mengapa makhluk di bumi resah menghadapi pemanasan global ini ? Manusia yang merusakkan lingkungan alam, mereka sendiri yang resah. Jika bumi sudah rusak, barulah semua melakukan kampanye, diskusi, mencari solusi untuk mengurangi pemanasan global.
Dalam demikian, karya ilmiah ini akan mengajak semua orang untuk memahami pemanaan global. Setidaknya, kita akan lebih menyadari untuk mencitai alam lingkungan yang tiap saat makin rusak.
Akhir kata, karya ilmiah ini mudah – mudahan memberikan pengayaan wawasan yang bermanfaat bagi pembaca. Semoga sejak dini, kita menyadari arti penting lingkungan yang nyaman dan aman. 

Pendahuluan

“Panas sekali ya hari ini ! “ Seringkali kita mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang – orang di sekitar kita ataupun dari diri kita sendiri? Kita tidak salah, data – data yang ada memang menunjukkan bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ketahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami kerusakan yang menuju pada kehancuran. Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia, yaitu global warming ( pemanasan global ). Apakah pemanasan global itu ? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata – rata permukaan bumi. Pertanyaanlah adalah Mengapa suhu permukaan bumi bias meningkat ?
Apakah penyebab pemanasan global ? Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terkhir ini menunkukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas – gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti terbaik dunia tang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan – penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan – penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut. Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa  beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas – gas rumah kaca tersebut. 

Pembahasan

Apakah itu gas rumah kaca ? Atmosfer bumi terdiri dari bermacam – macam gas dengan fungsi yang berbeda beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah gas rumah kaca. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas – gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari didalamnya agar suhu didalam rumah kaca tetap hangat.
Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis  dan tidak memiliki efek rumah kaca yang memiliki temperatur rata – rata 32°C.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah karbondioksida (CO), metana (CH) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan – hewan ternak), nitrogen (NO) dari pupuk, dan gas- gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Akan tetapi, untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak Negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya  lapisan ozon.
Pemanasan global juga dirasakan  di daerah bersalju, kejadian tersebut mengakibatkan kutub di utara mencair. Lelehan es itu akan mengakibatkan aliran air dingin dalam volume besar, yang pada akhirnya akan mengurangi kehangatan arus permukaan lautan seperti arus teluk (Gulf Stream). Pemanasan global juga terjadi di Indonesia mengakibatkan perubahan musim yang ekstrim.
Solusi untuk mengurangi pemanasan global dengan menghilangkan Karbon dioksida.  Cara menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Selain menghilangkan karbondioksida dapat juga berusaha secara internasional  untuk mengurangi pemanasan global dan ajaklah anak – anak mencintai lingkungan alam. 

Memahami Pemanasan Global

Bumi adalah planet ketiga. Pada planet inilah beragam makhluk hidup lahir, berkembang biak, dan mati. Sebagian besar permukaan bumi berupa lautan, yakni 70% dari seluruh permukaan. Sisanya adalah daratan yang tersusun dari daratan, gunung, dan lembah. Bumi memiliki sebuah satelit, yakni bulan.
Pernahkah kita merasakan iklim di bumi yang kian panas? Apakah kita mendengar atau melihat kabar di media massa yang memberitakan meningkatnya suhu udara atau udara di sekitar kita menjadi lebih panas dari biasanya. Apabila kejadian dan gejala sering terjadi, itulah indikasi adanya pemanasan global atau global warming.
Pada intinya, bumi memanas karena panas matahari tidak bias keluar lagi sehingga gas – gas rumah kaca membentuk lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari. Peningkatan suhu bumi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kenaikan temperatur akan menyebabkan mencairnya es dikutub utara dan menghangatkan lautan sehingga mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9-100 cm, menimbulkan banjir di pantai, bahkan menenggelamkan pulau – pulau.

Mekanisme Terjadinya Efek Rumah Kaca

Bumi secara konstan menerima energi, kebanyakan dari sinar matahari tetapu sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif.
Efek rumah kaca memang  penting. Semua kehidupan di bumi tergantung pada efek rumah kaca. Akan tetapi, apabila gas – gas atau efek rumah kaca ini semakin berlebihan di atmosfer mengakibatkan bumi menjadi panas daripada baisanya.
Selain dapat memberikan negatif, Efek rumah kaca dapat memberikan dampak positif :
1.  Bertambahnya produktivitas tanaman di daerah beriklim dingin.
2.  Menurunnya dampak kerusakan tanaman pertanian oleh hama dingin.
3.  Meningkatnya debit aliran air pada daerah kekurangan air.
4.  Berkurangnya tenaga listrik untuk pemanasan.
5.  Menurunnya angka kesakitan dan angka kematian oleh hawa dingin.

Solusi untuk Mengurangi Pemanasan Global

Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Berbagai usaha orang – orang yang peduli akan kelangsungan hidup telah dilakukan, tetapi sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan.
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karvondioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon ditempat lainnya. Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
Menghilangkan karbondioksida diudara dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pengurangan pemanasan global sebagai berikut :
1.  Selalu gunakan kertas di kedua sisinya.
2.  Gunakan kembali amplop bekas.
3.  Jangan gunakan produk sekali pakai.
4.  Pilih kalkulator bertenaga surya.
5.  Jika kita ingin berpegian dan jarak tempuhnya masih memungkinkan jalan kaki, berpegianlah dengan berjalan kaki.
6.  Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman.
7.  Membuat jalur hijau disepanjang jalan.
8.  Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Penutup

Berdasarkan paparan tersebut dapat ditarik simpulan bahwa :
a.  Gas rumah kaca adalah kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat, sistem kerja gas – gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari didalamnya agar suhu didalam rumah kaca tetap hangat.
b.  Bumi membutuhkan gas rumah kaca untuk menjaga kehidupan di dalamnya.
c. Kontributor terbesar pemanasan global adalah karbondioksida (CO), metana (CH), nitrogen (NO), dan pendingin ruangan (CFC).
d. Pemanasan global di daerah bersalju mengakibatkan kutub di utara mencair, Lelehan es itu akan mengakibatkan aliran air dingin dalam volume besar.
e. Solusi untuk mengurangi pemanasan global dengan menghilangkan Karbon dioksida.

Daftar Pustaka

1. Ali Kodra, Hadi S. dan Syaukani H.R. 2004. Bumi Makin Panas, Banjir Makin Meluas:     Menyibak Tragedi Kehancuran Hutan. Bandung: Nuansa.
2. Lucia, Evie Azhfizar. 1996. Makhluk Hidup. Jakarta : Lazuardi.
3. Pratiwi, Dian. 2007.  Sebaiknya Kita Tahu. Jakarta: Pas.
4. Tim Penyusun. 1998. Ensiklopedia Populer Anak. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.