Nama Penerbit : Rizqi Rendri Anggriawan
Kata Pengantar
Bumi makin panas. Iklim bumi makin tidak menentu. Orang kegerahan.
Diberitakan di media massa, sekarang ini pemanasan global atau global warming
telah menjadi keresahan makhluk di bumi.
Bumi kita makin panas. Apakah penyebabnya ? Mengapa makhluk di bumi resah
menghadapi pemanasan global ini ? Manusia yang merusakkan lingkungan alam,
mereka sendiri yang resah. Jika bumi sudah rusak, barulah semua melakukan
kampanye, diskusi, mencari solusi untuk mengurangi pemanasan global.
Dalam demikian, karya ilmiah ini akan mengajak semua orang untuk memahami
pemanaan global. Setidaknya, kita akan lebih menyadari untuk mencitai alam
lingkungan yang tiap saat makin rusak.
Akhir kata, karya ilmiah ini mudah – mudahan memberikan pengayaan wawasan
yang bermanfaat bagi pembaca. Semoga sejak dini, kita menyadari arti penting
lingkungan yang nyaman dan aman.
Pendahuluan
“Panas
sekali ya hari ini ! “ Seringkali kita mendengar pernyataan tersebut terlontar
dari orang – orang di sekitar kita ataupun dari diri kita sendiri? Kita tidak
salah, data – data yang ada memang menunjukkan bumi terus mengalami peningkatan
suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ketahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah
tanda tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang
mengalami kerusakan yang menuju pada kehancuran. Hal ini terkait langsung
dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat
dunia, yaitu global warming ( pemanasan global ). Apakah pemanasan
global itu ? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata –
rata permukaan bumi. Pertanyaanlah adalah Mengapa suhu permukaan bumi bias
meningkat ?
Apakah
penyebab pemanasan global ? Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama
beberapa dekade terkhir ini menunkukkan bahwa ternyata makin panasnya planet
bumi terkait langsung dengan gas – gas rumah kaca yang dihasilkan oleh
aktivitas manusia. Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti
terbaik dunia tang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk
mendiskusikan penemuan – penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan
global dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan – penemuan baru yang
berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah
tersebut. Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung
jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor
terbesar dari terciptanya gas – gas rumah kaca tersebut.
Pembahasan
Apakah
itu gas rumah kaca ? Atmosfer bumi terdiri dari bermacam – macam gas dengan fungsi
yang berbeda beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap
hangat dikenal dengan istilah gas rumah kaca. Disebut gas rumah kaca karena
sistem kerja gas – gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah
kaca yang berfungsi menahan panas matahari didalamnya agar suhu didalam rumah
kaca tetap hangat.
Tanpa
keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali
karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai
perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca yang
memiliki temperatur rata – rata 32°C.
Kontributor
terbesar pemanasan global saat ini adalah karbondioksida (CO₂), metana (CH₄) yang dihasilkan
agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan – hewan
ternak), nitrogen (NO) dari pupuk, dan gas- gas yang digunakan untuk kulkas dan
pendingin ruangan (CFC). Akan tetapi, untungnya pemakaian CFC telah dilarang di
banyak Negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Pemanasan
global juga dirasakan di daerah
bersalju, kejadian tersebut mengakibatkan kutub di utara mencair. Lelehan es
itu akan mengakibatkan aliran air dingin dalam volume besar, yang pada akhirnya
akan mengurangi kehangatan arus permukaan lautan seperti arus teluk (Gulf
Stream). Pemanasan global juga terjadi di Indonesia mengakibatkan perubahan
musim yang ekstrim.
Solusi
untuk mengurangi pemanasan global dengan menghilangkan Karbon dioksida. Cara menghilangkan karbondioksida di udara
adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Selain
menghilangkan karbondioksida dapat juga berusaha secara internasional untuk mengurangi pemanasan global dan ajaklah
anak – anak mencintai lingkungan alam.
Memahami Pemanasan Global
Bumi adalah planet ketiga. Pada
planet inilah beragam makhluk hidup lahir, berkembang biak, dan mati. Sebagian
besar permukaan bumi berupa lautan, yakni 70% dari seluruh permukaan. Sisanya
adalah daratan yang tersusun dari daratan, gunung, dan lembah. Bumi memiliki
sebuah satelit, yakni bulan.
Pernahkah kita merasakan iklim di
bumi yang kian panas? Apakah kita mendengar atau melihat kabar di media massa
yang memberitakan meningkatnya suhu udara atau udara di sekitar kita menjadi
lebih panas dari biasanya. Apabila kejadian dan gejala sering terjadi, itulah
indikasi adanya pemanasan global atau global warming.
Pada intinya, bumi memanas karena
panas matahari tidak bias keluar lagi sehingga gas – gas rumah kaca membentuk
lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari. Peningkatan suhu bumi ini
sudah sangat mengkhawatirkan. Kenaikan temperatur akan menyebabkan mencairnya
es dikutub utara dan menghangatkan lautan sehingga mengakibatkan meningkatnya
volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9-100 cm, menimbulkan banjir
di pantai, bahkan menenggelamkan pulau – pulau.
Mekanisme Terjadinya Efek Rumah Kaca
Bumi secara konstan menerima energi,
kebanyakan dari sinar matahari tetapu sebagian juga diperoleh dari bumi itu
sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif.
Efek rumah kaca memang penting. Semua kehidupan di bumi tergantung
pada efek rumah kaca. Akan tetapi, apabila gas – gas atau efek rumah kaca ini
semakin berlebihan di atmosfer mengakibatkan bumi menjadi panas daripada
baisanya.
Selain dapat memberikan negatif, Efek
rumah kaca dapat memberikan dampak positif :
1. Bertambahnya produktivitas
tanaman di daerah beriklim dingin.
2. Menurunnya dampak
kerusakan tanaman pertanian oleh hama dingin.
3. Meningkatnya debit aliran
air pada daerah kekurangan air.
4. Berkurangnya tenaga
listrik untuk pemanasan.
5. Menurunnya angka kesakitan
dan angka kematian oleh hawa dingin.
Solusi untuk Mengurangi Pemanasan Global
Pemanasan
global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia.
Berbagai usaha orang – orang yang peduli akan kelangsungan hidup telah
dilakukan, tetapi sampai saat ini belum ada hasil yang signifikan.
Ada
dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Pertama, mencegah karvondioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas
tersebut atau komponen karbon ditempat lainnya. Kedua, mengurangi produksi gas
rumah kaca.
Menghilangkan
karbondioksida diudara dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih
banyak lagi. Pengurangan pemanasan global sebagai berikut :
1. Selalu gunakan kertas di
kedua sisinya.
2. Gunakan kembali amplop
bekas.
3. Jangan gunakan produk
sekali pakai.
4. Pilih kalkulator bertenaga
surya.
5. Jika kita ingin berpegian
dan jarak tempuhnya masih memungkinkan jalan kaki, berpegianlah dengan berjalan
kaki.
6. Gunakan air bekas cucian sayuran
dan buah untuk menyiram tanaman.
7. Membuat jalur hijau
disepanjang jalan.
8. Mengurangi penggunaan
kendaraan pribadi.
Penutup
Berdasarkan
paparan tersebut dapat ditarik simpulan bahwa :
a. Gas rumah kaca adalah kelompok gas yang menjaga suhu
permukaan bumi agar tetap hangat, sistem kerja gas – gas tersebut di atmosfer
bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari
didalamnya agar suhu didalam rumah kaca tetap hangat.
b. Bumi membutuhkan gas rumah kaca untuk menjaga kehidupan di
dalamnya.
c. Kontributor terbesar pemanasan global adalah karbondioksida
(CO₂), metana (CH₄), nitrogen (NO), dan pendingin ruangan (CFC).
d. Pemanasan global di daerah bersalju mengakibatkan kutub di
utara mencair, Lelehan es itu akan mengakibatkan aliran air dingin dalam volume
besar.
e. Solusi untuk mengurangi pemanasan global dengan menghilangkan
Karbon dioksida.
Daftar Pustaka
1. Ali Kodra, Hadi S. dan Syaukani H.R. 2004. Bumi
Makin Panas, Banjir Makin Meluas: Menyibak
Tragedi Kehancuran Hutan. Bandung: Nuansa.
2. Lucia, Evie Azhfizar. 1996. Makhluk
Hidup. Jakarta : Lazuardi.
3. Pratiwi, Dian. 2007. Sebaiknya
Kita Tahu. Jakarta: Pas.
4. Tim Penyusun. 1998. Ensiklopedia Populer
Anak. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.